Bahan Ajar SMK Teknik Mekanik Otomotif

Tehnik Kendaran Ringan

Rabu, 04 April 2012

PELATIHAN PEMBUATAN SAUS PEPAYA


A.   JUDUL
PELATIHAN PEMBUATAN SAUS PEPAYA DI  DESA TANJUNG TERDANA KECAMATAN PONDOK KUBANG KABUPATEN BENGKULU TENGAH


B.   LATAR BELAKANG
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale. Saos pepaya adalah sejenis penyedap masakan, berbentuk bubur kental dan berwarna merah, yang terbuat dari buah pepaya segar yang telah matang. Selain dibuat dari pepaya, saos buah dapat juga dibuat dari buah tomat, pisang, cabai, dan lain-lain.
Tanaman pepaya sangat populer di Indonesia. Karena  tanaman ini relatif mudah untuk dibudidayakan. Selain hal ini berbagai manfaat dapat diperoleh dari tanaman pepaya. Buah pepaya digunakan untuk bahan pembuatan saos, manisan pepaya, sayur lodeh, sebagai asinan, bahan baku rujak mentah, dan berbagai makanan kecil lainnya. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah introduksi yang telah lama dikenal berkembang luas di Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. Buah pepaya telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Buah matangnya sangat digemari sebagai buah meja dan sering dihidangkan sebagai buah pencuci mulut karena cita rasanya yang enak, relatif tingginya kandungan nutrisi dan vitamin, serta fungsinya dalam melancarkan pencernaan. Pepaya berasal dari Amerika Tengah, yaitu Mexico bagian selatan.
Pepaya dengan nama botaninya Carica Papaya L dapat tumbuh di daerah tropika. Buah pepaya banyak mengandung vitamin A dan vitamin C, dan buah yang masih muda banyak mengandung serat dan air.  Pepaya adalah hasil pertanian yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Salah satu upaya agar petani tidak mengalami kerugian adalah dengan mengawetkan pepaya tersebut menjadi saos. Saos ini sangat digemari oleh masyarakat.  Saos adalah cairan kental (pasta) yang terbuat dari bubur buah berwarna menarik (biasanya merah), mempunyai aroma dan rasa yang merangsang (sam dengan tanpa rasa pedas). Walaupun mengandung air dalam jumlah besar, saos mempunyai daya simpan panjang karena mengandung asam, gula, garam dan seringkali diberi pengawet.
Salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah dengan membuka home industri bagi ibu-ibu yang tidak bekerja, oleh karena itu dengan pendidikan kecakapan hidup (life skills) melalui pembuatan saus pepaya tujuan tersebut dapat tercapai. Hal ini dengan pertimbangan sebagai berikut :
1.      Berdasarkan Geografis dan Mata Pencarian Masyarakat
Desa Tanjung Terdana merupakan daerah yang sebagian besar masyarakatnya yang bekerja sebagai petani yang mengolah lahan perkebunan di desa tempat tingalnya. Sehingga banyak waktu luang yang dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangganya
2.      Peluang Pasar
Belum banyaknya masyarakat yang memproduksi saus pepaya ini menjadikan peluang akan pemasaran saus pepaya ini lebih besar karena tidak adanya persaingan dengan saus-saussejenis lainnya.
3.      Sasaran (masyarakat miskin / masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan)
Warga yang menjadi sasaran dalam pendidikan kecakapan hidup ini adalah kelompok masyarakat di daerah Desa Tanjung Terdana yang kurang beruntung dan belum mandapatkan pekerjaan yang mantap. Kehidupan keseharian mereka masih sulit untuk mengalami kemajuan dan peningkatan karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan yang merkan miliki. Oleh karena itu perlu dilakukan pembekalan pengetahuan melalui pendidikan kecakapan hidup (life skills)
4.      Mengacu pada undang-udang
Undang-undang Nomor  20 Tahun 2003 Tantang Sisitem Pendidikan Nasional, pada BAB I Ketentuan Umum pasal I, disebutkan bahwa pendidikan nonrormal adalah jalur pendidikan  di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, pendidikan nonformal termasuk di dalamnya pendidikan kecakapan hidup.


C.   RUMUSAN MASALAH
Masalah-masalah yang dibahas dalam proposal ini di rumuskan sebagai berikut  :
1.      Tujuan  apa yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembuatan Saus Pepaya  ?
2.      Manfaat apa yang dapat diambil oleh masyarakat di daerah Desa Tanjung Terdana dari pelaksanaan program pembuatan  Saus Pepaya  ?
3.      Tujuan dari pembuatan Saus Pepaya ?
4.       Bagaimana metode plaksanaan dan jadwal kegiatan pembuatan kerupuk puli masa kini ?

D.   TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Tujuan umum penyelanggaraan kegiatan ini adalah tujuan yang diharapkan oleh semua pihak bagi kepentingan mereka, baik bagi kelurga binaan, masyarakat sekitar, masyarakat di luar Desa Tanjung Terdana, dan pemerintah  pusat maupun daerah, pelaksana program. Tujuan tersebut adalah (1) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Di Desa Tanjung Terdana khususnya para peserta kegiatan life skills ini, sehingga dapat menjadi masyarakat yang produktif. (2) Membantu pemerintah dalam upaya menekan jumlah penganguran dan kemiskinan, sehingga memperkecil terjadinya berbagai tindak kriminalitas. (3) Membantu pemerintah dalam upaya pemerataan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal. (4) Berupaya membantu sesama masyarakat yang membutuhkan pengalaman dan keterampilan baru  bagi pelaksana program.

2.      Tujuan Khusus
            Tujuan husus dari kegiatan ini adalah :
1.      Untuk memperluas dan menambah informasi kepada masyarakat khususnya peserta tentang pengelolahan pembuatan Saus Tomat.
2.      Memberdayakan peserta kegiatan (keluarga binaan) dalam pengolahan beras yang baik, efisien, dan bergizi dalam pembuatan saus Pepaya.
3.      Mendorong terciptanya partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya mengetas kemiskinan dan pengangguran melalui kegiatan life skils pembuatan Saus Pepaya..
4.      Menjadikan masyarakat (peserta kegiatan) lebih mandiri dengan keterampilan yang diperolehnya.
5.      Menjadikan warga belajar mengetahui akan pentingnya pendidikan seumur hidup khususnya pendidikan kecakapan hidup.
E.   MANFAAT
Pelaksanaan kegiatan pembuatan kerupuk puli masa kini melalui kegiatan pendidikan  kecakapan hidup atau life skills ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
1.      Keluarga binaan  (para peserta kegiatan) dan masyarakat dapat berkreativitas sendiri dan mandiri dalam pengolahan pangan pembuatan saus pepaya.
2.      Saus Pepaya dapat menjadi sumber penghasilan yang dapat menunjang perekonomian masyarakat di desa Tanjung Terdana.
3.      Memacu para petani untuk dapat meningkatkan hasil panen padinya karena menjadi bahan utama pembuatan saus pepaya.

4.      KAHALAYAK SASARAN
Keluarga binaan  yang akan diikut sertakan dalam kegiatan kecakapan hidup (life skills) diutamakan adalah warga masyarakat yang kurang mampu atau belum mempnyai pekerjaan tetap baik wanita maupun laki-laki. Adapun kreteria warga masyarakat yang menjadi sasaran dalam kegiatan kecakapan hidup (life skills) ini dapat dirinci sebagai berikut :
1.      Menganggur atau tidak mempunyai pekerjaan tetap
2.      Keluarga kurang mampu
3.      Berpendidikan rendah
4.      Usia 20 – 45 tahun  baik laki-laki maupun perempuan.
5.      Memiliki kemauan yang tinggi untuk  mengikuti kegiatan kecakapan hidup yang dilaksanakan.




5.      Oval: MASYARAKAT EKONOMI LEMAH   KERANGKA PEMECAHAN


Potensi
SDA :  BUAH PEPAYA
SDM : TUTOR DAN  WARGA BELAJAR
SDB : SEMUA PERALATAN YANG DIPERLUKAN DALAM PEMBUATAN SAUS PEPAYA
 
 




                                                                                                Potensi yang ada
 









6.      KAJIAN PUSTAKA
Buah pepaya banyak mengandung vitamin A dan vitamin C, dan buah yang masih muda banyak mengandung serat dan air.  Pepaya adalah hasil pertanian yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama.
Tanaman pepaya sangat populer di Indonesia. Karena  tanaman ini relatif mudah untuk dibudidayakan. Selain hal ini berbagai manfaat dapat diperoleh dari tanaman pepaya. Buah pepaya digunakan untuk bahan pembuatan saos, manisan pepaya, sayur lodeh, sebagai asinan, bahan baku rujak mentah, dan berbagai makanan kecil lainnya. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah introduksi yang telah lama dikenal berkembang luas di Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. Buah pepaya telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Buah matangnya sangat digemari sebagai buah meja dan sering dihidangkan sebagai buah pencuci mulut karena cita rasanya yang enak, relatif tingginya kandungan nutrisi dan vitamin, serta fungsinya dalam melancarkan pencernaan. Pepaya berasal dari Amerika Tengah, yaitu Mexico bagian selatan.
Saos pepaya adalah sejenis penyedap masakan, berbentuk bubur kental dan berwarna merah, yang terbuat dari buah pepaya segar yang telah matang. Selain dibuat dari pepaya, saos buah dapat juga dibuat dari buah tomat, pisang, cabai, dan lain-lain.
Ditinjau dari komposisi gizinya Buah pepaya banyak mengandung vitamin A dan vitamin C, dan buah yang masih muda banyak mengandung serat dan air.  Pepaya adalah hasil pertanian yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama.
7.      METODE PELAKSANAAN PROGRAM
            Dalam kegiatan life skills ini akan digunakan strategi pembelajaran sebagai berikut :
1.      tutor menyampaikan materi dengan menggunakan  metode ceramah
2.      memperkenalkan alal-alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktik (pada tahap pertama),
3.      Memberikan kesempatan kepada waraga belajar untuk menyampaikan pertanyaan mengenai meteri yang telah disampaikan. Disini tutor menciptakan iklim atau suasana belajar yang sesuai denganm karakteristik warga binaan yaitu dengan : 
a.       Menyediakan suasana proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik orang dewasa.
b.      Memeberikan kepercayaan kepada keluarga binaan sehingga mereka merasa dihargai.
c.       Memberikan kebebasan mengemukakan pendapat.
d.      Menyampaikan materi pembelajaran secara terperinci, agar mudah dipahami oleh keluarga binaan (orang dewasa)
4.      Pada tahap kedua (praktik)  berusaha agar seluruh keluarga binaan dapat mengikuti dan memperhatikan  secara langsung kegiatan tersebut.
5.      Mengecek kehadiran keluarga binaan setiap harinya dan memberikan penghargaan bagi  warga belajar yang aktif.




8.      JADWAL PELAKSANAAN
Pelaksanaan pelatihan pembuatan Saus Pepaya ini dilakukan di Rumah seorang warga Didusun 1 Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Pada hari Saptu Tanggal 21 Januari 2012 Pukul 14.00 WIB – Selesai.
9.      ANGGARAN PERENCANAAN BIAYA


No.
URAIAN
INDIKATOR
UKURAN / VOLUME
SATUAN (Rp)
JUMLAH (Rp)
2.
PENGADAAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIK
a.       Alat
-          Timbangan
-          Blender
-          Baskom kecil
-          kompor
-          kuali atau dandang
-          Sendok gulai
-          Pisau
-          Air bersih



Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit




1
1
3
1
1
1
3
3


DI SEDIAKAN OLEH KELUARGA BINAAN




















5.000
4.000

-
-
-
1.000
-
-
2.000

15.000
-





b.      Bahan
-          Buah Pepaya
-          Cuka Makan
-          Bawang putih
-          Garam
-          Minyak tanah
-          Cabe bulat
-          benzoid
-          Gula pasir

buah
botol
kg
bungkus
liter
kg
g
kg



4
1
½  
1
1
¼
300
½  



10.000
5.000
6.000
2.000
11.500
15.000
-
-


40.000
5.000
6.000
2.000
11.500
15.000
5.000
8.000


TOTAL



92.500


KESIMPULAN
Tanaman pepaya sangat populer di Indonesia. Karena  tanaman ini relatif mudah untuk dibudidayakan. Selain hal ini berbagai manfaat dapat diperoleh dari tanaman pepaya. Buah pepaya digunakan untuk bahan pembuatan saos, manisan pepaya, sayur lodeh, sebagai asinan, bahan baku rujak mentah, dan berbagai makanan kecil lainnya. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah introduksi yang telah lama dikenal berkembang luas di Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. Buah pepaya telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Buah matangnya sangat digemari sebagai buah meja dan sering dihidangkan sebagai buah pencuci mulut karena cita rasanya yang enak, relatif tingginya kandungan nutrisi dan vitamin, serta fungsinya dalam melancarkan pencernaan. Pepaya berasal dari Amerika Tengah, yaitu Mexico bagian selatan.
Pepaya dengan nama botaninya Carica Papaya L dapat tumbuh di daerah tropika. Buah pepaya banyak mengandung vitamin A dan vitamin C, dan buah yang masih muda banyak mengandung serat dan air.  Pepaya adalah hasil pertanian yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Salah satu upaya agar petani tidak mengalami kerugian adalah dengan mengawetkan pepaya tersebut menjadi saos. Saos ini sangat digemari oleh masyarakat.  Saos adalah cairan kental (pasta) yang terbuat dari bubur buah berwarna menarik (biasanya merah), mempunyai aroma dan rasa yang merangsang (sam dengan tanpa rasa pedas). Walaupun mengandung air dalam jumlah besar, saos mempunyai daya simpan panjang karena mengandung asam, gula, garam dan seringkali diberi pengawet.

Kamis, 22 Maret 2012

CONTOH ANGKET PENELITIAN


ANGKET PENELITIAN

ANGKET MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C TERADAP
GAYA MENGAJAR TUTOR BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA
DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT  XXX
DESA LUBUK DURIAN KECAMATAN KERKAP KABUPATEN BENGKULU UTARA


No. Responden   : ......................................
Hari/Tanggal       : ......................................

Petunjuk Pengisisan :
1.        Mohon kesediaan Saudara mengisi kuesioner dengan jawaban yang jujur.
2.        Berikan tanda silang (X) pada setiap jawaban yang menurut Saudara anggap sesuai.
3.        Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
4.        Setelah diisi mohon dikembalikan kepada petugas pengumpul kuesioner.

Nama Responden        :..................................................
Umur                           : ………………………………
Jenis Kelamin              :..................................................

A.   MOTIVASI BELAJAR
1.        Pertama kali saya melihat pembelajaran ini, saya percaya bahwa pembelajaran ini mudah bagi saya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
2.        Materi pembelajaran ini lebih sulit dipahami daripada yang saya harapkan.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
3.        Setelah menyelesaikan tugas-tugas dalam pembelajaran ini, saya merasa puas terhadap hasil yang telah saya capai.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
4.        Banyak halaman-halaman yang mengandung informasi sehingga sukar bagi saya untuk mengambil ide-ide penting dan mengingatnya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
5.        Halaman-halaman pembelajaran ini kering dan tidak menarik.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
6.        Isi pembelajaran ini sesuai dengan minat saya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
7.        Tugas-tugas latihan pada pembelajaran ini terlalu sulit.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
8.        Jumlah pengulangan pada pembelajaran ini kadang-kadang membosankan saya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
9.        Pembelajaran ini tidak relevan dengan kebutuhan saya sebab sebagian besar isinya tidak saya ketahui.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
10.    Saya merasa bahagia menyelesaikan dengan berhasil pembelajaran ini.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

B.   GAYA MENGAJAR
11.    Tutor mengetahui permasalahan yang ada saat proses belajar mengajar.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
12.    Tutor cepat tanggap terhadap permasalahan yang terjadi saat proses belajar mengajar.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
13.    Tutor memberikan contoh penjelasan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
14.    Tutor selalu hadir tepat pada waktunya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
15.    Tutor menggunakan kata-kata yang sopan, tidak menyinggung warga belajar dan mudah dimengerti warga belajar.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
16.    Tutor mau diajak berdialog/konsultasi tentang pelajaran oleh warga belajar kapanpun waktunya.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
17.    Tutor menggunaan metode mengajar yang bervariasi saat menyampaikan materi pelajaran.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
18.    Tutor bersedia menjelaskan kembali tentang hal-hal yang belum difahami warga belajar.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
19.    Tutor menjelaskan materi dengan diselingi humor agar suasana kelas tidak tegang.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju
20.    Penyajian materi yang ditampilkan tutor tidak terlalu cepat, sehingga dapat diikuti oleh warga belajar.
[A] Sangat setuju             [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                  [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

LAPORAN OBSERVASI PASAR


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
Khusus untuk di daerah Kota Bengkulu, terdapat lokasi-lokasi yang strategis pasar untuk memenuhi kebutuhan warga kota Bengkulu yang skalanya cukup besar, antara lain; pasar Panorama, Pasar Minggu, Pasar Muara Bangkahulu, Pasar Tradisional Modern (PTM) dan lain-lain.
Pada kesempatan kali ini, kelompok kami akan melakukan observasi lapangan ke lokasi pasar Muara Bangkahulu dan akan mewawancarai seorang pedagang cabe yang cukup laris pada saat itu.
1.2   Rumusan Masalah
Dari  penjelasan diatas, maka muncul permasalahan yaitu :
a.         Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh toko ini ?
b.        Berapa persen keuntungan toko ini perbulan/pertahun ?
c.         Apa saja kendala-kendala yang dihadapi ?
d.        Bagaimana managemen dan keuangannya yang ada di toko ini ?
e.         Sudah berapa lama usaha ini dijalankan ?
f.         Bagaimana cara pendistribusian barang ?
1.3   Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
a.       Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh toko ini.
b.      Berapa persen keuntungan toko ini perbulan/pertahun.
c.       Apa saja kendala-kendala yang dihadapi.
d.      Bagaimana managemen dan keuangannya yang ada di toko ini.
e.       Sudah berapa lama usaha ini dijalankan.
f.       Bagaimana cara pendistribusian barang.
1.4   Metodologi Penelitian
a.       Teknik Wawancara
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam bentuk tanya jawab langsung dengan responden.
b.      Teknik Survey
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi pasar dan mengamati langsung semua proses yang terjadi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Segala sektor ekonomi untuk memastikan keadilan kepada rakyat mulai dari means of prodution sampai mendistribusikannya kembali kepada buruh, sehingga mereka juga meikmati hasil usaha. Pasar dalam paradigma sosialis dalam islam harus di jaga agar tidak jatuh kepada tangan pemilik modal (capitalist) yang serakah sehingga memonopoli means of production sehingga mengesploitasi tenaga buruh lalu memanfaatkannya untuk mendapatkan prifit sebesar-besarnya. Karena itu equilibrium tidak akan pernah tercapai sebaliknya ketidakadilan akan terjadi dalam perekonomian equlibrium.

2.1  Pasar
Pasar adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli (Chourmain, 1994 : 231). Pasar di dalamnya terdapat tiga unsur, yaitu: penjual, pembeli dan barang atau jasa yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Pertemuan antara penjual dan pembeli menimbulkan transaksi jual-beli, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang yang masuk ke pasar akan membeli barang, ada yang datang ke pasar hanya sekedar main saja atau ingin berjumpa dengan seseorang guna mendapatkan informasi tentang sesuatu (Majid, 1988: 308). Fungsi pasar, terutama pasar tradisional bukan hanya sebagai tempat transaksi jual-beli, tetapi juga sebagai media komunikasi antara warga masyarakat desa yang bermukim di sekitar pasar. Pasar menjadi media sosial yang menghubungkan komunikasi antar manusia di suatu daerah. Berangkat dari hal ini, kami sebagai mahasiswa komunikasi yang sedang mempelajari proses komunikasi antar manusia, tertarik untuk meneliti proses komunikasi yang terjadi di dalam pasar tradisional.
2.2  Pemasaran
Kotler dan Lane (2007) menyatakan pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya terdapat individu atau kelompok yang mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

2.3  Perantara Pedagang
Pada dasarnya perantara pedagang (Merchant Middlemen) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya. Dalam hubungannya dengan pemindahan milik, kegiatan perantara pedagang ini berbeda dengan lembaga lain. Yang termasuk dalam agen seperti: perusahaan transport, perusahaan pergudangan, dan sebagainya. Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam golongan perantara pedagang adalah :
ü  Pedagang besar (Wholesaler)
ü  Pengecer (Retailer)
Tidak menutup kemungkinan bahwa produsen bertindak sekaligus sebagai pedagang karena selain membuat barang juga memperdagangkannya.
a.       Pedagang Besar
Istilah pedagang besar ini hanya digunakan pada perantara pedagang yang terikat dengan kegiatan perdagangan besar dan biasanya tidak melayani penjualan eceran kepada konsumen akhir. Untuk lebih jelasnya definisi dari, Pedagang besar adalah: Sebuah unit usaha yang membeli dan menjual kembali barang-barang kepada pengecer dan pedagang lain dan/atau kepada pemakai industri, pemakai lembaga, dan pemakai komersial yang tidak menjual dalam volume yang sama kepada konsumen akhir.
b.      Pengecer
Perdagangan eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan usaha). Namun demikian tidak tertutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri karena tidak semua barang industri selalu dibeli dalam jumlah besar. Secara definisi dapat dikatakan bahwa: Pengecer adalah: sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi.



BAB III
HASIL OBSERVASI

Dari survey dan observasi kami di Pasar Muara Bangkahulu Kota Bengkulu pada tanggal 17 Oktober 2011 pukul 15.00 WIB – 15.30 WIB pada salah seorang pedagang cabe yang berjualan disana. Berikut laporannya :
Rumusan wawancara :
a.    Siapa nama ibu/bapak ?
b.    Jumlah anggota keluarga bapak/ibu dan jumlah tanggungan keluarga ?
c.    Dimana bapak/ibu tinggal ?
d.   Sudah berapa lama bapak/ibu berjualan ?
e.    Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan ?
f.     Berapa persen keuntungan bapak/ibu peroleh perhari/perbulan?
g.    Apa saja kendala-kendala yang dihadapi ?
h.    Bagaimana managemen dan keuangannya ?
i.      Bagaimana cara pendistribusian barang ?
Hasil wawancara :
a.    Nama saya Hainun dan suami saya Norman.
b.    Kami mempunyai 4 orang anak, 3 perempuan dan 1 orang laik-laki. Dua orang anak perempuan kami sudah menikah, dan sekarang kami tinggal dengan 1 orang anak perempuan dan seorang laki-laki. Jadi sekarang ada 2 orang tanggungan keluarga.
c.    Kami tinggal di Tugu Hiu.
d.   Sudah kurang lebih 5 Tahun.
e.    Kami menatau harga pasaran di pasar-pasar kota Bengkulu, bila harga cabe sedang baik dan permintaan cukup banyak kami menjual dari hasil kebun sendiri dan dimemasok dari luar kota Bengkulu, seperti dari Kepahiang dan Lebong dan pasokannya ditambah.
Kemudian kami tidak hanya jualan disini saja, bila pagi hari kami berjualan didaerah pasar Minggu dan pasar subuh KZ. Abidin, sedangkan siang sampai sore kami lanjutkan berjualan di Pasar Muara Bangkahulu ini.
Bila cabe sudah cukup lama belum laku, maka kami langsung giling agar dapat bertahan.
f.     Kalau keuntungan tiap hari-hari biasa kurang lebih Rp. 300.000,00 – Rp. 500.000,00 (sekitar 30 %).
g.    Kendala biasanya cuaca buruk yang berpengaruh terhadap penghasilan dan kiriman barang, barang kalau terlalu lama disimpan cepat membusuk dan tidak segar, harga cabe yang kadang-kadang berubah drastis (kurang stabil), bila panen melimpah pedagang cabe juga menjadi banyak dan harga merosot, harga pupuk cukup tinggi yang berpengaruh terhadap pengeluaran (modal).
h.    Karena tidak menggunakan karyawan, jadi kita tidak perlu upah orang. Setiap pengeluaran,  pemasukan dan keuntungan selalu dicatat dibuku. Keuntungan selalu disisikan unutk ditabung. Jadi kami harus bisa-bisa membaca keadaan pasar agar tidak terjadi kerugian dalam berdagang ini.
i.      Kita ambil langsung dari petani yang ada di kabupaten Kepahiang dan Lebong. Selain dari kebun sendiri di Kembang Seri Bengkulu Tengah.
Produsen (petani) – Distributor (Agen) – Konsumen



BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari hasil wawancara kami terhadap pedagang cabe di pasar Muara Bangkahulu, kami dapat menyimpulkan bahwa dalam berdagang haruslah dapat membaca situasi pasar dan mampu menganalisa pasar. Jadi kita mengetahui prospek barang dagangan kita. Selain itu kita harus mampu mensiasati kemungkinan-kemungkinan buruk yang nantinya akan timbul karena sesuatu hal agar tidak mengalami kerugian yang drastis.
Selain itu, kegigihan yang diperlihatkan oleh tukang cabe tersebut dapat mejadi inspirasi. Bahwa berdagang itu harus ulet dan bekerja keras walaupun terkesan tak kenal waktu. Selain itu kita harus memiliki relasi atau mitra-mitra kerja agar dapat meningkatan produktifitas dan kemajuan usaha kita.
B.  Saran
Sebaiknya para pedagang tetap memperhatikan mutu dan kualitas barang dagangannya , terlebih lagi sayur-sayuran agar tidak mengandung penyakit dan harus bertindak jujur dalam berdagang tanpa harus mengurangi timbangan atau mutu. Sedangkan untuk pemerintah, sering adakan pemantauan akan kualitas dagangan yang ada dipasar maupun di jalanan karena takutnya memakai bahan-bahan yang berbahaya.







DAFTAR PUSTAKA

Alma, Prof. Dr. Buchari, 2007, Kewirausahaan, Edisi Revisi, Penerbit Alfabeta : Bandung.


Khenald, Kaseli dkk, 2010, Modul Kewirausahaan, Untuk Program Strata 1, Hikmah : Jakarta

Rabu, 21 Maret 2012

DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI


Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli:
1. Emile Durkheim
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
3. Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
4. William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
5. Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
6. Menurut Roucek & Waren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
7. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.
8. Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
9. Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
11. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
12. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
13. Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.


Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Kesimpulannya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat.
Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.